Wednesday, April 1, 2009

RX King Stop Produksi, Siapakah Penggantinya ?

Sumber : http://ducatimonster.wordpress.com/

RX king







30 tahun masa Produksi, bagaimana nasib RX king yang masih ada ?
Setelah 3 dekade merajai jalanan, kini RX King sudah di stop produksinya. Hanya saja bagai mana nasib RX King lainya, mengingat produksi sparepart juga turut dihentikan ? Nampaknya hal ini tidak menjadi masalah bagi sang ikon Yamaha era 80an tersebut. Kejadian ini bukanyang pertama kali bagi sebuah produk yang begitu laris namun dihentikan produksi dan penjualanya. Salah satunya adalah Vespa, meski sudah lama dihentikan terbukti masih banyak yang berseliweran di jalanan. Hal ini dikarenakan sistem kanibalisasi sparepart hingga “mengakali” parts motor lain. Jadi tidak perlu kuatir, toh banyak jalan menuju roma bukan ?


RX King Stop, R-15 hadir ?






Jika kemampuan produksi YMKI yang menjadi alasan, mungkin dengan distopnya produksi RX King seharusnya dapat membuka jalan bagi kelahiran R-15. Memang secara teknis R-15 serupa dengan V-Ixion namun R-15 nampaknya bosa di posisikan menjadi opsi Hi-End bagi V-Ixion. Toh secara tampilan R-15 tidak kalah dibanding CBR-150 yang memiliki harga jauh diatas V-ixion. Gimana ?

Nouvo Grizzly

Sumber : http://www.motorplus-online.com/

Kawasan perkebunan buah leci di kaki gunung Manglayang, Sumedang, Jawa Barat menjadi area pembuktian Yamaha Nouvo yang sudah bertransformasi bentuk menjadi ATV (All Terrain Vehicle) atau kendaraan segala medan. Tergolong sempurna karena di medan ekstrem yang membuat satu roda terangkat 30 cm pun, masih tetap berdiri.


Pelaku modifikasi ini Yudi Setiawan dan tim The BAR (Bandung Adventure Riding). Hebatnya lagi ubahan yang dilakukan nggak hanya sekadar tampilan tapi sangat fungsional. “Kita gunakan sebagai rental ATV di usaha outbond milik saya,” kata Setiawan. Bahkan melihat banyaknya respon, dia pun menjadikannya sebagai unit usaha, alias dijual.


“Patokan dalam melakukan modifikasi ini hanya dari gambar di internet,” kata Setiawan lebih jauh. Contekan gambar tadi berasal dari model Yamaha Grizzly. Faktor terberat tentunya di sektor suspensi dan rangka.

“Karena kalau bagian itu nggak sempurna, bisa-bisa ATV terguling di jalan miring, malu-maluin tuh,” lanjut ayah satu anak ini. Untuk seluruh rangka dibuat dengan pipa besi ukuran diameter ¾ inci. Sedang as roda belakang pipa berdiameter 3 cm.

Sementara itu untuk roda depan karena berhubungan dengan sistem kemudi dibuatkan persis layaknya mobil. “Sayap arm depan itu menggunakan pelat Nurfil6 mm dan di kedua ujung rodanya juga menggunakan tie rod,” tambah pemilik outbond dan paintball commando di wilayah Lembang, Bandung ini. Dengan desainnya ini maka radius putar cukup membutuhkan area 3 meter, motor sudah bisa balik arah.


Selain itu di suspensi depan juga dilengkapi sokbreker ganda. “Itu menggunakan variasi untuk Honda Tiger,tapi banyak yang harus dirombak ulang,” lanjut pria bertubuh tegap ini. Modifikasi di bagian peredam kejut ini karena bobot motor sudah meningkat 3 kali lipat dan juga agar mampu melibas berbagai macam lintasan.



Bagian dari sok depan yang dirombak adalah pada bagian dalam. “Kita tambah per dan lubang oli sok di suling diperkecil. Hal itu supaya masih bisa rebound,” timpal Welly yang menjabat mekanik utama. Sayang kelirnya yang putih biru kurang serasi dengan warna bodi yang hijau army itu.

Hal sama juga dilakukan pada sok tunggal di belakang. Tapi karena hanya satu, maka per luar juga diganti pakai yang lebih besar supaya kuat. “Kita gunakan per dari Suzuki TS125, sedang dalamnya dilakukan teknik yang sama dengan sok depan,” beber Welly yang mantan mekanik balap liar ini.Alhasil meskipun diajak ngepot atau melewati jalan berlubang akibat jalur air di gunung, masih tetap aman.

BODI FIBER
Agar tidak terlalu berat, maka seluruh bodi dibuat menggunakan fiber tipis. “Kita gunakan serat gelas hanya satu lapis, kecuali di bagian dek kaki yang dua lapis biar kuat,” cerita Setiawan.Untuk kelir, pihak The BAR menyerahkan langsung kepada calon konsumen. “Sementara ini banyak yang order dengan gaya tentara. Mungkin kesannya lebih macho katanya,” kekeh mereka kompak.

SETANG BERAT
Saat mencoba ATV ini setang dirasakan cukup berat. Hal itu juga diakui oleh pihak The BAR. “Tapi itu memang disengaja untuk keamanan,” kata Welly. Hal itu karena jika setang terlalu ringan, maka akan gampang terbanting saat melibas jalan jelek. Ujung-ujungnya handling menjadi susah dikendalikian.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : 4PR 20x10-10
Ban belakang : 4PR 21x7-10
Pelek : ATV 4 x 10 inci
Gir : Custom 15 : 46
Tie rod : Suzuki Carry
Piston : Honda Tiger 0versize 100
Klep : Honda GL 30/25
The BAR Sumedang : 0812-2001-933
Penulis/Foto : Nurfil/David